Beritaislam.com – Ilmu tafsir merupakan salah satu dari banyaknya cabang ilmu agama. Tafsir digunakan untuk bisa lebih memaknai Alquran lebih dalam, seperti memaknai kandungannya, ayat-ayat, hikmah, hingga hukum-hukumnya.
Oleh karenanya tafsir sering disebut ilmu untuk memahami kitabullah yang diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW atau Alquran. Selain itu, jenis tafsir juga sangat penting untuk diketahui.
Ketika ingin belajar dan mulai melakukan tafsir, biasanya para ahli tidak akan memandang satu sisi namun berbagai sisi. Berikut beberapa jenis tafsir yang selama ini berkembang, yaitu:
Jenis-jenis Tafsir
1. Tafsir Bi Al-Ma’tsur
Jenis tafsir yang pertama adalah bi al-ma’tsur yang merupakan penjelasan atau keterangan yang diriwayatkan oleh Allah SWT dalam ayat-ayat Alquran. Kemudian dinukil oleh Rasulullah SAW, para sahabat Nabi, dan juga para tabi’in.
Penjelasan atau keterangan berupa hadist dan ayat, yang sampai ke para tabi’in inilah yang disebut tafsir bi al-ma’tsur. Walaupun disini ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama, namun ada beberapa kitab tafsir yang menyebutkannya.
2. Tafsir Bi Al-Ra’yi atau Al-Aqli
Bi al-ra’yi atau disebut al-aqli juga masuk ke dalam salah satu jenis-jenis tafsir. Jenis tafsir ini berbeda dengan yang sebelumnya, yaitu bukan berdasarkan dari riwayat maupun hadist.
Melainkan tafsir bi al-ra’yi atau al-aqli yaitu yang menggunakan logika, pemikiran, dan ijtihad dari seorang ahli tafsir atau mufassir. Hal ini tentunya bertujuan untuk memahami isi Alquran dan menemui titik maknanya.
Seorang mufassir yang menggunakan tafsir dengan metode ini harus pintar dalam berbagai bidang. Diantaranya yaitu Bahasa Arab, Balaghah, Nahwu, Sharaf, Isytiqaq, Ma’ani, Bayan, Ushuluddin (Kalam), Qiraat, Fiqih, Qashash, Asbabun Nuzul, Muhibah, Naskh wa mansukh, dan hadist.
3. Tafsir Al-Maudhu’i
Tafsir al-maudhu’i juga dikenal dengan tafsir tematik. Jenis tafsir ini fokus kepada satu tema atau topik tertentu saja. Cara yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat yang relevan dengan satu topik atau tema tersebut.
Tak hanya sampai situ, setelah mengumpulkannya, kemudian membahas dan mempertimbangkannya dengan terperinci. Hal-hal yang dipertimbangkan bisa dari hubungan antar ayat, hingga sebab turunnya.
4. Tafsir Al-Isyari
Selanjutnya yaitu jenis tafsir al-isyari, yaitu yang memaknai pembahasan di dalamnya secara batin yang berbeda dengan dzahir atau yang terlihat. Namun disamping itu, tetap menghubungkan keduanya antara makna batin dan dzahir dengan jalan suluk.
Menafsirkan dengan al-isyari ini juga dengan menggunakan tanda-tanda yang tersembunyi di dalam Alquran. Oleh karenanya, tafsir ini biasanya dilakukan oleh para sufi yang mempunyai hati yang suci dan diberikan karunia oleh Allah SWT.
Para sufi disini tidak menyatakan bahwa tafsir ini merupakan makna satu-satunya yang sesungguhnya. Namun, mereka meyakini bahwa ada makna lain dari ayat-ayat Alquran selain yang mudah dipahami oleh akal manusia.
5. Tafsir Al-’Ilmi
Jenis tafsir yang terakhir yaitu al-’ilmi atau tafsir ilmiah. Pengertiannya adalah metode untuk menemukan makna Alquran dengan menghubungkan ayat-ayat, fenomena alam dan ilmu pengetahuan atau sains modern.
Tafsir jenis ini sudah berkembang pesat dan untuk kebutuhan orang modern atau masa kini. Ahli tafsir menggunakan beberapa pandangan, seperti amaliyyah (moralitas), diniyyah (keagamaan), i’tiqadiyyah (keimanan), serta ilmu-ilmu lainnya.
Demikianlah beberapa jenis-jenis tafsir yang digunakan untuk memaknai ayat-ayat Alquran. Dengan memahami tafsir yang digunakan, maka akan lebih paham juga makna tafsir yang diungkapkan.
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
