Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - khulafaur rasyidin - Khulafaur Rasyidin: 4 Khalifah Pilihan dari Sahabat Nabi SAW

Info Islami

Khulafaur Rasyidin: 4 Khalifah Pilihan dari Sahabat Nabi SAW

Ghina Shelda Aprelka
Last updated: 2025/09/04 at 3:34 PM
Ghina Shelda Aprelka
Share
Khulafaur Rasyidin: 4 Khalifah Pilihan dari Sahabat Nabi SAW
SHARE

Beritaislam.com – Siapa saja figur dari Khulafaur Rasyidin? Sebelum membahas keempat khalifah tersebut, mari mengenal apa itu Khulafaur Rasyidin terlebih dahulu.

Contents
Empat Khulafaur Rasyidin1. Abu Bakar Ash Shiddiq2. Umar bin Khattab3. Utsman bin Affan4. Ali bin Abi Thalib

Istilah Khulafaur Rasyidin disini pasti umat Islam sudah tidak asing lagi. Julukan ini mempunyai pengertian yaitu pemimpin atau khalifah pengganti Rasulullah SAW setelah wafatnya.

Empat khalifah ini memimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW. Masing-masing dari kepemimpinannya, memiliki masa dan ciri khasnya masing-masing.

Inilah empat Khulafaur Rasyidin pengganti kepemimpinan Nabi SAW. Mari mengenal lebih dekat dengan sejarahnya.

Empat Khulafaur Rasyidin

1. Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq menjadi khalifah pertama yang menggantikan Rasulullah SAW setelah wafatnya. Abu Bakar Ash Shiddiq sempat merasakan berat hati karena tidak pantas jika menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW.

Proses pada pemilihan khalifah dilakukan dengan musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar di Saqifah Bani Sa’idah, yang merupakan balai pertemuan di Madinah. Abu Bakar memiliki masa kepemimpinan selama 2 tahun 3 bulan.

Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan salah satu sahabat Nabi SAW yang memiliki sifat jujur, sabar, dan lemah lembut. Oleh karena itu, Abu Bakar diberikan gelar oleh Rasulullah SAW yaitu ‘Ash Shiddiq’ yang artinya berkata benar.

Banyak yang berpikir, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Islam akan runtuh. Namun ketika Abu Bakar menggantikan kepemimpinannya, ia berhasil memberantas kaum yang murtad dari Islam.

Selain itu, prestasi lainnya yaitu melawan nabi-nabi palsu yang bermunculan setelah wafatnya Rasulullah SAW. Abu bakar juga memberantas orang yang tidak mau membayar zakatnya.

Masa pemerintahan Abu Bakar penyebaran Islam di beberapa wilayah diperluas, yaitu Suriah dan Irak. Setelah berakhirnya masa pemerintahannya, Abu Bakar berpesan agar Umar bin Khattab yang menggantikan kepemimpinannya.

2. Umar bin Khattab

Khulafaur Rasyidin yang kedua adalah Umar bin Khattab. Ia menggantikan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam memimpin umat Islam pada kala itu.

Umar juga merupakan salah satu sahabat dekat juga mertua Nabi Muhammad SAW. Umar bin Khattab selalu dikenal dengan sosok yang berani, tegas, dan cerdas.

Rasulullah SAW menyebut Umar dengan sebutan ‘Al Faruq’, yang berarti pembeda. Dikarenakan Umar bin Khattab bisa membedakan kebenaran dan keburukan.

Prestasi yang ditaklukkan Umar pada masa kepemimpinannya yaitu dengan menjadikan Islam tumbuh pesat dan kondisi politik yang stabil. Ia juga memperluas penyebaran Islam di wilayah Mesir, Jazirah Arab, Negeri Syam, hingga Irak.

Umar juga membentuk pemerintahan seperti Persia. Meliputi departemen yang mengatur gaji dan pajak tanah, administrasi pemerintahan, mencetak mata uang, hingga membangun Baitul Mal.

Umar bin Khattab mempunyai masa pemerintahan selama 10 tahun 6 bulan, dan mendapat gelar ‘Amir Al-Mukminin’ yang artinya komandan orang-orang beriman. Pemerintahannya berakhir ketika ia wafat di umur 63 tahun.

3. Utsman bin Affan

Khalifah ketiga untuk mengganti kepemimpinan Rasulullah SAW yaitu Utsman bin Affan. Ia dipilih melalui rapat yang diadakan Umar bin Khattab sebelum wafat.

Utsman merupakan salah satu sahabat dekat Nabi SAW yang memiliki sifat pemalu, murah hati, dan juga dermawan. Nabi Muhammad SAW menjulukinya ‘Dzun Nurain’ yang artinya pemilik dua cahaya, karena ia menikahi dua putri Rasul SAW yakni Ummu Kultsum dan Ruqayyah.

Dalam masa pemerintahannya, ia memiliki prestasi dengan banyak menciptakan berbagai kebijakan yang brilian. Utsman juga merenovasi lebih indah dan memperindah Masjid Nabawi.

Selain itu juga Utsman sangat  berjasa atas ide briliannya dalam menyusun dan membukukan mushaf Al Quran. Utsman bin Affan memiliki masa jabatan terlama yaitu 12 tahun.

4. Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah keempat sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW. Ali memiliki sifat yang cakap dalam berperilaku dan tutur katanya, serta pemberani.

Ia diberi gelar sebagai ‘Karamallahu Wajhahu’ yang artinya semoga Allah memuliakan wajahnya. Ali juga menikahi Fatimah Az-Zahra, yang merupakan putri dari Nabi Muhammad SAW.

Pada saat Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai khalifah, Islam sedang mengalami masa sulitnya. Oleh sebab itu, ia memperbaiki bagian-bagian yang kurang sesuai, salah satunya seperti pegawai yang kurang aktif dalam bekerja.

Selain itu juga mengembangkan bahasa dan ilmu pengetahuan, membenahi keuangan Baitul Mal, menumpas para pemberontak Islam, dan memajukan pembangunan. Ali bin Abi Thalib merupakan Khulafaur Rasyidin yang terakhir sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW.

Itulah empat Khulafaur Rasyidin pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW yang harus dikenali sejarahnya. Di waktu kepemimpinan mereka memiliki ciri khas dan tantangannya masing-masing pada masanya.

Penulis: Ghina Shelda Aprelka

TAGGED: khulafaur rasyidin, khalifah, umar bin khattab
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Hukum KB dalam Islam, Boleh atau Tidak? Hukum KB dalam Islam, Boleh atau Tidak?
Next Article 2 Tanda Seseorang Akan Dinaikkan Derajatnya, Pernah Merasakannya? 2 Tanda Seseorang Akan Dinaikkan Derajatnya, Pernah Merasakan?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!
Info IslamiKeutamaan

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

5 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?