Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - nasihat ali bin abi thalib - Nasihat Ali Bin Abi Thalib Untuk Kumail bin Ziyad: Hati, Ilmu, Harta!

Tokoh

Nasihat Ali Bin Abi Thalib Untuk Kumail bin Ziyad: Hati, Ilmu, Harta!

Anggita Armandika
Last updated: 2025/02/26 at 1:46 PM
Anggita Armandika
Share
Kumail bin Ziyad
SHARE

BERITAISLAM.COM – Kumail bin Ziyad merupakan sahabat Rasulullah yang telah masuk islam sejak kecil. Ia merupakan sahabat terdekat Ali bin Abi Thalib yang banyak belajar dari kehidupannya.

Contents
Singkat Biografi Kumail bin ZiyadWasiat Ali bin Abi Thalib Kepada Kumail

Ali bin Abi Thalib kerap memberikan nasihat kehidupan kepada Kumail bin Ziyad. Tiga pokok nasihat ini mampu menjadi penuntun kehidupan generasi masa kini. Simak artikel di bawah dengan seksama!

Singkat Biografi Kumail bin Ziyad

Kumail bin Ziyad an-Nakha’i lahir pada tahun 633 dan tinggal di Kufah. Ia merupakan putra Ziyad bin Nahik dari suku Nakha’. Seorang bangsawan yang memiliki kedudukan kala itu.

Kumail bin Ziyad merupakan pemuka kabilah yang sangat ditaati dan diikuti oleh pengikutnya. Di antara pengikut Kufah yang tekun beribadah adalah Kumail bin Ziyad.

Pada masa khalifah Utsman bin Affan, Kumail bin Ziyad diasingkan ke Syam sebab berbicara kasar pada gubernurnya, Said bin al-Ash. Namun setelah pergantian khalifah Ali bin Abi Thalib, Kumail termasuk sahabat yang ikut serta bersamanya dalam pertempuran Shiffin.

Kemudian Ali bin Abi Thalib mengangkatnya sebagai gubernur Al-Jazariyah setelah berhasil menguasainya. Kumail bin Ziyad memiliki peran penting dalam melawan pasukan Muawiyah bin Abu Sufyan yang hendak menyerang wilayahnya.

Wasiat Ali bin Abi Thalib Kepada Kumail

Suatu masa, Ali bin Abi Thalib menggandeng tangan Kumail bin Ziyad, membawanya berjalan menuju padang pasir, Al-Jabban. Pada masuk waktu malam Ali bin Abi Thalib berkata, 

“Wahai Kumail bin Ziyad, hati ini laksana bejana, dan hati yang baik adalah yang paling bisa menampung isi hati. Ingatlah perkataanku ini bahwa manusia itu ada tiga macam. Seorang alim yang rabbani, seorang yang belajar karena mengharapkan keselamatan, dan orang yang tidak mendapatkan pelajaran dengan berperilaku seperti binatang.

Yang mengikuti ajakan orang dan berubah-ubah sikapnya sesuai arah mata angin. Mereka tidak mendapatkan pencerahan dengan cahaya ilmu pengetahuan. Mereka juga tidak berlindung ke tempat berlindung yang kokoh.”

Ali bin Abi Thalib kembali memberikan pesan kepada Kumail bin Ziyad, “Ilmu pengetahuan lebih baik dari harta. Karena ilmu pengetahuan mampu menjagamu, sementara harta harus engkau jaga.

Harta akan berkurang dengan diberikan kepada orang lain, sedangkan ilmu pengetahuan akan semakin kuat dengan diberikan kepada orang lain. Demikian juga dengan ilmu pengetahuan adalah yang berkuasa, sedangkan harta adalah yang dikuasai.

Kecintaan pada orang lain adalah agama yang harus dijalankan. Ilmu pengetahuan membuat orang yang alim menjadi berlaku taat dalam kehidupannya, dan menjadi orang yang dibicarakan dengan baik setelah kematiannya. 

Para penimbun harta adalah orang yang mati saat mereka masih hidup. Sementara para ulama terus hidup sepanjang masa meski raga mereka telah tiada namun sosoknya masih terjaga dalam hati.”

Sekali lagi Ali bin Abi Thalib berkata, “Ya Allah, benar sekali, engkau dapati orang yang berpemahaman tidak sempurna. Menggunakan agama untuk kepentingan dirinya. Memamerkan kenikmatan Allah pada hamba lainnya.

Keraguan mulai merebak dalam hatinya. Dia tidak berpegang pada ke sana juga tidak ke sini. Atau dia tenggelam dalam kelezatan sehingga dengan mudah ia tergelincir untuk mengikuti syahwat. Ia tertipu untuk mengumpulkan harta dan menyimpannya.”

Secara garis besar, nasihat Ali bin Thalib kepada Kumail bin Ziyad ini menjabarkan mengenai hati, ilmu, dan harta. Seakan hati menjadi sumber penggerak utama dalam menjalankan setiap kebaikan.

Mengisi hati dengan kebaikan seakan menjadikan seseorang mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari. Hal ini juga akan berlaku dalam pengelolaan harta yang bermanfaat di jalan Allah.

Di samping itu, Ali bin Abi Thalib juga mengajarkan bahwa tidaklah ada yang lebih penting selain ilmu pengetahuan. Ketika seseorang berhasil memahami suatu ilmu, maka akan lebih mudah baginya untuk mengatur kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah.

Ilmu bukan tentang apa yang dipelajari sebatas materi dan buku bacaan, namun juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ilmu pengetahuan seseorang tidak akan mudah tenggelam dalam kenikmatan dunia yang semu.

Pembelajaran terakhir mengenai harta. Seseorang itu mampu masuk surga dengan wasilah hartanya, adapun harta juga mampu menjerumuskan manusia pada neraka. Dari sinilah ilmu dibutuhkan sebagai penuntun manusia pada pilihan yang bijak dalam menggunakan harta.

Sekilas nasihat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad diharapkan mampu memberikan nasihat dan pandangan hidup lebih baik kedepannya. Semoga bermanfaat!

TAGGED: nasihat ali bin abi thalib
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang: Amalan Ringan dengan Pahala Besar Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang: Amalan Ringan dengan Pahala Besar
Next Article Hak Mualaf dalam Islam: Apa yang Harus Diketahui? Hak Mualaf dalam Islam: Apa yang Harus Diketahui?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman
ArtikelTokoh

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman

4 Min Read
Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!
HikmahTokoh

Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!

4 Min Read
4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan
HikmahTokoh

4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan

4 Min Read
3 Ujian Nabi Ayyub: Tokoh Teladan yang Kisahnya Terdapat Banyak Hikmah
KhazanahTokoh

3 Ujian Nabi Ayyub: Tokoh Teladan yang Kisahnya Terdapat Banyak Hikmah

5 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?