Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - nilai tauhid - 7 Cara Ajarkan Nilai Tauhid pada Anak, Lahirkan Generasi Rabbani!

Info Islami

7 Cara Ajarkan Nilai Tauhid pada Anak, Lahirkan Generasi Rabbani!

Ghina Shelda Aprelka
Last updated: 2025/09/04 at 2:07 PM
Ghina Shelda Aprelka
Share
7 Cara Ajarkan Nilai Tauhid pada Anak, Lahirkan Generasi Rabbani!
SHARE

Beritaislam.com – Tauhid merupakan hal penting yang harus ditanamkan sejak dini. Karena dengan adanya tauhid, pondasi pada seseorang akan bersemayam pada hati dan melanjutkan kehidupan dengan baik.

Contents
Cara Ajarkan Nilai Tauhid pada Anak1. Memberikan Pemahaman tentang Allah SWT dan Rasulullah SAW2. Menjawab Pertanyaan Anak dengan Baik dan Sederhana3. Mengenalkan Ibadah dan Hafalan Doa-doa4. Membacakan Kisah Tokoh-tokoh Islam, Termasuk Para Anbiya5. Memberitahu Hal-hal yang Dibenci Allah SWT6. Mengajarkan Perilaku sebagai Seorang Muslim7. Orang Tua sebagai Figur Teladan yang Baik

Nilai tauhid pada anak harus dipupuk sejak dini, agar kedepannya bisa menciptakan generasi rabbani. Namun di sisi lain, harus ada pengajaran dan pendampingan orang tua maupun keluarga.

Karena keluarga atau orang tua disini memiliki peran menjadi madrasah pertama bagi seorang anak. Oleh karenanya, tauhid harus lahir dari keluarga atau orang tua yang cerdas.

Bagaimana cara ajarkan nilai tauhid pada anak? Berikut adalah cara-cara yang perlu diperhatikan agar anak berhasil menjadi sholeh atau sholehah dalam generasi rabbani.

Cara Ajarkan Nilai Tauhid pada Anak

1. Memberikan Pemahaman tentang Allah SWT dan Rasulullah SAW

Cara pertama dan utama yang harus diajarkan pada anak adalah dengan mengenal dan memberikan pemahaman tentang Allah SWT dan Rasul SAW. Memang step awal ini akan lebih sulit, karena anak baru mengetahui dan pastinya akan muncul banyak pertanyaan.

Namun tetap jangan menyerah, berikan pemahaman bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta semua yang ada di alam semesta dan kita harus taat kepada-Nya. Sedangkan Rasul SAW adalah utusan Allah SWT dan kita merupakan umatnya.

Jelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin, karena anak usia dini tidak bisa mengerti hal-hal yang rumit dan terkesan bingung. Dengan memberikan pemahaman awal mengenai Allah SWT dan Rasul SAW, anak akan menanamkan tauhid ini di hati paling dasar.

2. Menjawab Pertanyaan Anak dengan Baik dan Sederhana

Rasa ingin tahu anak memanglah sangat besar dan terkesan lebih aktif daripada orang dewasa. Disini, tetap harus menjawab pertanyaan sang anak dengan baik namun tetap dengan bahasa yang sederhana.

Kaitkanlah semua jawaban dengan Allah SWT sebagai Sang Pencipta maupun agama Islam. Karena dari situlah muncul kekuatan tauhid yang tertanam di dalam sang anak.

3. Mengenalkan Ibadah dan Hafalan Doa-doa

Mengenalkan ibadah dan hafalan doa-doa pada anak bisa dilakukan bertahap. Karena anak tidak bisa menyerap langsung dan harus pelan-pelan nan sabar untuk mendidiknya.

Ibadah yang dikenalkan pada sang anak bisa dimulai dari yang wajib dilakukan terlebih dahulu, seperti shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, mengaji Al Qur’an. Sedangkan memberikan hafalan doa-doa bisa yang paling mudah, seperti doa sebelum makan, sebelum tidur, dll.

4. Membacakan Kisah Tokoh-tokoh Islam, Termasuk Para Anbiya

Anak-anak biasanya suka mendengarkan cerita dari orang tuanya, apalagi ketika memasuki waktu tidur. Seringlah bercerita mengenai kisah tokoh-tokoh Islam terdahulu dan kisah-kisah nabi.

Hal ini akan memotivasi sang anak untuk mengikuti perilaku tokoh-tokoh Islam terdahulu. Dan dari sinilah muncul nilai tauhid pada anak yang tertanam dalam hati.

5. Memberitahu Hal-hal yang Dibenci Allah SWT

Dengan memberitahu hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT, maka sang anak akan berusaha menghindarinya. Contoh hal kecil perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT yang harus diajarkan pada anak adalah durhaka pada orang tua.

Hal lain yang dibenci oleh Allah SWT bisa diajarkan bertahap pada sang anak. Tujuannya yaitu agar anak paham akan larangan-Nya, dan tetap berpegang teguh pada nilai tauhid pada dirinya.

6. Mengajarkan Perilaku sebagai Seorang Muslim

Sebagai seorang muslim atau yang berpegang pada agama Islam, sudah semestinya untuk mengikuti aturan yang telah ada. Perbuatan baik maupun tidak, Islam sudah mengatur segalanya dengan sangat rinci.

Untuk menanamkan nilai tauhid pada anak harus mengajarkan perilaku-perilaku sebagai seorang muslim. Agar kedepannya bisa membedakan mana yang boleh dan dilarang oleh agama Islam.

7. Orang Tua sebagai Figur Teladan yang Baik

Selain mengajarkan cara-cara di atas, orang tua juga berperan penting dalam mengajarkan langsung atau praktek di depan sang anak. Biasanya, anak selalu meniru perilaku dari orang-orang sekitarnya, khususnya orang tua.

Oleh karenanya, peran orang tua disini sangatlah penting untuk menanamkan nilai tauhid pada anak. Hal ini agar anak kelak bisa menjadi pribadi yang shaleh dan mencetak generasi rabbani.

Itulah beberapa cara yang bisa diajarkan orang tua atau keluarga tentang menanamkan nilai tauhid pada anak. Dengan tauhid yang sudah tertanam sejak dini, maka kedepannya akan menjadi pribadi yang lebih baik. Insya Allah.

Penulis: Ghina Shelda Aprelka

TAGGED: nilai tauhid, tauhid
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article 5 Hotel dengan Kolam Renang Infinity yang Menakjubkan di Indonesia 5 Hotel dengan Kolam Renang Infinity yang Menakjubkan di Indonesia
Next Article 6 Tanda Taubat Diterima oleh Allah SWT: Sudahkah Kamu Merasakannya? 6 Tanda Taubat Diterima oleh Allah SWT: Sudahkah Kamu Merasakannya?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!
Info IslamiKeutamaan

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

5 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?