Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - perang tabuk - Peristiwa Perang Tabuk, Pertempuran Terakhir Nabi Muhammad

KeislamanSejarah

Peristiwa Perang Tabuk, Pertempuran Terakhir Nabi Muhammad

Zakya rohmatul laila
Last updated: 2024/05/14 at 2:08 AM
Zakya rohmatul laila
Share
Peristiwa perang tabuk
SHARE

BERITAISLAM.COM – Sebagai muslim tentu kita mengenal yang namanya peristiwa perang atau pertempuran dalam mempertahankan maupun memperluas penyebaran agama Islam. Dari sekian banyak peperangan hanya ada beberapa perang yang diikuti oleh Nabi Muhammad, salah satunya perang tabuk. Peperangan antara kaum muslim dengan bangsa romawi yang menjadi perang terakhir dalam hidup nabi. Bagaimana peristiwa terjadinya perang tabuk? Yuk, simak artikel berikut!

Sejarah Perang Tabuk

Setelah peristiwa fathu makkah dan kemenangan perang hunain, banyak kabilah Arab yang bergabung dengan Islam. Hal ini tentu membuat Islam semakin disegani dan ditakuti bukan hanya di Jazirah Arab, tetapi juga di sekitar Jazirah Arab.

Bangsa Romawi tidak senang melihat perkembangan kekuatan Islam yang begitu cepat, karena mereka tidak ingin ada yang lebih kuat dari kekuasaan mereka. Sehingga bangsa Romawi menyusun rencana penyerangan kaum muslim untuk menghentikan kekuatan Islam sebelum semakin kuat dan sulit dikalahkan.

Rencana penyerangan bangsa Romawi terdengar oleh kaum muslim madinah, mendengar hal tersebut Rasulullah mengambil keputusan untuk melawan mereka. Para sahabat juga antusias untuk mengikuti perang tersebut, banyak diantara mereka yang menyumbangkan harta benda miliknya sebagai sumber dana perang.

Alasan utama Rasulullah melakukan penyerangan kepada bangsa Romawi bukan karena mendengar rencana penyerangan mereka, melainkan karena Rasulullah ingin menyampaikan ajaran akidah dan moral yang benar. Dimana akidah mereka yang menganggap bahwa Allah punya anak, kerusakan moral yang dzalim kepada rakyat, pembunuhan, pajak yang memberatkan, dan lain-lain.

Peristiwa perang tabuk ini terjadi di saat kaum muslim mengalami kesusahan dimana kondisi perekonomian Madinah ketika itu sedang sulit, cuaca yang sangat panas, juga jarak Madinah ke Tabuk sangat jauh hingga mencapai 700 Km.

Ada tujuan penting yang bisa terealisasikan dengan adanya peristiwa perang Tabuk ini. Menyingkap jati diri orang-orang munafik di dalam Madinah yang sering terjadi ketika kaum Muslimin tertimpa musibah.

Setelah melewati beberapa hari perjalanan akhirnya pasukan Islam sampai pada lokasi Tabuk, melihat hal tersebut pasukan Romawi melarikan diri karena melihat kedatangan Rasulullah dan pasukannya. Kaburnya pasukan Romawi bagaikan ghanimah bagi kaum muslim, kewibawaan bangsa Romawi telah jatuh oleh pasukan Islam yang sedang berkembang.

Meskipun begitu Rasulullah tidak mencukupkan keberhasilan kaum muslim sampai situ saja, beliau memerintahkan untuk menetap di Tabuk selama beberapa hari, mendatangi para raja dan pemimpin wilayah Syam yang berbatasan dengan Jazirah Arab. Akhirnya mereka mulai berdatangan dengan itikad baik kepada Rasulullah untuk membayar jizyah.  

Dengan berakhirnya perang Tabuk, maka berakhirlah seluruh rangkaian peperangan yang dilakukan oleh nabi sepanjang hayat beliau. Perang tabuk menjadi perang terakhir dalam hidup nabi sekaligus perang yang tidak terjadi pertumpahan darah di dalamnya.  

Baca Juga: Kisah Keberanian Shafiyyah binti Abdul Muthalib

TAGGED: perang tabuk, sejarah perang nabi muhammad
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Ini Dia 2 Pendosa yang Belum Pernah Rasulullah Lihat Ini Dia 2 Pendosa yang Belum Pernah Rasulullah Lihat
Next Article Jarang Diperhatikan! Inilah 5 Manfaat Bersabar dalam Al-Quran dan Hadits Jarang Diperhatikan! Inilah 5 Manfaat Bersabar dalam Al-Quran dan Hadits

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
5 Obat Hati dalam Islam: Lakukan Ini Agar Hati Tenang dan Damai
Keislaman

5 Obat Hati dalam Islam: Lakukan Ini Agar Hati Tenang dan Damai

5 Min Read
Tidak Dihargai Orang Lain, Apakah Tanda Bahwa Diri Kurang Baik? Inilah Menurut Pandangan Islam!
KeislamanOpini

Tidak Dihargai Orang Lain, Apakah Tanda Bahwa Diri Kurang Baik? Inilah Menurut Pandangan Islam!

4 Min Read
Viral Wanita di Bojonegoro Bersuami Dua, 4 Alasan Poliandri Dilarang dalam Islam?
BeritaKeislamanUncategorized

Viral Wanita di Bojonegoro Bersuami Dua, 4 Alasan Poliandri Dilarang dalam Islam?

5 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?