Pria high value dalam Islam merupakan pria yang senantiasa menjaga tutur kata dan sopan santunnya. Namun, di era saat ini mulai terjadi kelunturan nilai-nilai dan sifat Islami seorang pria karena banyak terbawa arus pergaulan.
Menurut pandangan Islam, hidup seorang pria bukan hanya sekedar untuk mencari nafkah semata. Pria memegang tanggung jawab dan amanah yang besar serta penuh dengan pengorbanan. Pria high value bukan berarti harus ada sejak lahir, karena karakter ini bisa tumbuh dari seseorang yang memiliki keinginan untuk belajar dan berkembang.
“Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (Hadist Riwayat Al-Hakim)
Ciri-ciri Pria High Value dalam Islam
Realita kehidupan pria dalam Islam merupakan berjuang seumur hidupnya. Pria merupakan pelindung, pencari nafkah, pembimbing, pemimpin, dan penanggung jawab baik moral maupun fisik keluarganya.
Pria high value bukan soal fisik yang kuat, badan yang tegap, otot yang kekar, melainkan pria yang bisa sungguh-sungguh dalam menjaga amanah dari Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Berikut ini ciri-ciri pria high value dalam Islam:
1. Tidak Lalai dan Selalu Bertakwa Kepada Allah
Pria high value dalam Islam tidak akan pernah lalai kepada Allah SWT. Ia akan senantiasa bertakwa dengan menjalankan seluruh perintah dan syariat agama Islam seperti salat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan anjuran lain sesuai prinsip Islam.
Meskipun ia selalu disibukkan dengan urusan duniawi seperti bekerja, menuntut pendidikan, dan kegiatan lainnya, tetapi ia tidak pernah lalai dan melupakan akhiratnya. Karena ia sadar bahwa takwa merupakan sebuah landasan pondasi yang kuat untuk imannya agar senantiasa kokoh.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)
2. Mampu Menjadi Pelindung dan Pemimpin Bagi Wanita
Pria yang high value dalam Islam maka memiliki jiwa kepemimpinan dan pelindung yang baik. Sebagai fitrahnya, laki-laki merupakan pelindung bagi wanita yang dimana hal tersebut dapat terlihat dari pria yang tegas, memiliki kharisma, berwibawa, dan dapat mengambil keputusan dengan bijak.
Pria yang high value akan menjadi sosok pelindung yang senantiasa menjaga kehormatan dan marwah seorang wanita. Ia juga merupakan sosok yang sangat bisa diandalkan.
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa’: 34)
3. Mampu Menjaga Pandangan dan Kemaluannya
Bukan hanya untuk seorang wanita, pria high value juga akan senantiasa menjaga pandangan dan kemaluannya. Ia tidak akan melihat hal-hal yang tidak baik dan diharamkan oleh Allah SWT. Ketika berbicara dengan lawan jenis ia akan menundukkan pandangannya dan menghindari percakapan yang tidak penting.
Pria high value dalam Islam mengetahui kualitas dirinya, sehingga dengan cara inilah ia juga selalu berusaha untuk bisa menghormati wanita.
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)
4. Tidak Menghina dan Merendahkan Sesama Pria
Pria high value tidak akan pernah merendahkan sesama pria. Justru mereka akan selalu menghormati satu sama lain dan menilai setiap pria memiliki kedudukan serta derajat yang sama tanpa memperdulikan jabatan maupun gelar yang dimiliki.
Pria yang high value akan selalu menganggap pria lainnya juga memiliki hak yang sama yang wajib dihormati dan tidak boleh direndahkan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat: 11)
5. Memiliki Pendirian yang Kuat
Pria high value memiliki pendirian yang kuat. Ia tidak akan mudah terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam Islam. Ia juga akan selalu mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)
Itulah tadi ciri-ciri pria high value dalam Islam. Dalam Islam, pria harus memiliki kualitas tinggi agar senantiasa bisa menjaga prinsip-prinsip serta syariat-syariat Islam. Lelaki yang berkualitas tinggi bukan hanya membawa manfaat bagi keluarga, melainkan juga bagi agama, dan masyarakat.
Baca Juga: Sedang Haid? Inilah 5 Amalan yang Dapat Dilakukan!
Penulis: Suci Wulandari
