Beritaislam.com – Pasti diantara kita sering kali merasa bodoh ketika sedang jatuh cinta. Hal tersebut ternyata bukan karena kita kurang pintar atau bahkan terlalu percaya karena perasaan, tapi ternyata itu adalah cara kerja otak sebagian besar.
Bodoh saat jatuh cinta mungkin terlihat hal yang sepele, namun jika tidak dikontrol maka justru akan membawa dampak negatif pada diri sendiri. Orang bilang cinta memang sering begitu, membuat seseorang menjadi bodoh dan tergila-gila.
Bahkan bisa jadi orang yang paling kritis di pekerjaan pun bisa jadi terlihat sangat naif saat sedang jatuh cinta. Ternyata hal tersebut bukan karena akalnya yang menghilang, melainkan akalnya yang disuruh untuk diam.
Bagaimana pandangan psikologi dan Islam tentang orang bodoh saat jatuh cinta? Simak lebih lanjut!
Bodoh Saat Jatuh Cinta? Inilah Penjelasan Psikologi dan Islam!
Saat seseorang sedang jatuh cinta, otak sering kali memihak pada perasaan bukan pada kebenaran. Dalam psikologi, saat jatuh cinta dopamin dan oksitosin membanjiri otak dan pada akhirnya menciptakan euforia dan keterikatan.
Di saat yang bersamaan, prefrontal cortex melemahkan bagian otak. Kita sering bodoh saat jatuh cinta bukan pertanda kurang pintar, melainkan kita sering menganggap red flag dan toxic nya pasangan sebagai sebuah ujian dan kesalahan yang harus selalu dimaafkan dan dinormalisasikan.
Akibatnya, sering kali salah satu pihak yang dirugikan dan pada akhirnya karena sudah terlalu kecintaan, pihak lainnya memilih untuk tetap bertahan karena takut kehilangan. Perasaan manipulatif kerap kali dianggap sebagai sebuah bentuk trauma, dan yang menyakiti disebut sedang berproses.
Ini bukan sebuah cinta, melainkan adalah pembodohan dan dimana akal sengaja untuk dikalahkan. Al-Qur’an tidak pernah melarang seseorang untuk jatuh cinta. Perasaan cinta adalah hal wajar yang menjadi fitrah manusia.
Namun, hal yang salah yaitu sering bodoh saat jatuh cinta. Sering kali perasaan yang terlalu mendominasi sehingga akal sehat dijadikan cadangan. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Artinya: “Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya, Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)
Hati yang terlalu terikat tidak lagi mencari kebenaran, namun hanya mencari sebuah alasan. Sering bodoh saat jatuh cinta bukanlah sebuah takdir maupun bentuk romantisme. Hal tersebut merupakan sebuah tanda emosi yang berjalan tanpa arahan dari akal.
Banyak penelitian yang mengungkapkan jika seseorang sering bodoh saat jatuh cinta dan itu memang benar adanya. Mereka akan bertindak di luar akal rasional sehat manusia yang dibawa hal itu bisa membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri.
Sehingga dalam Islam, saat seseorang sedang jatuh cinta maka ia harus bisa mengungkapkannya terutama seorang pria pada wanita. Namun, bukan berarti mengajak ke jalan yang melanggar syariat seperti mengajak zina atau berpacaran.
Cinta dalam Islam adalah perasaan yang suci dan indah, jika memang seseorang saling menyukai maka Islam mengajarkannya untuk mengungkapkan dan menikahinya. Dengan menikah, cinta akan jauh lebih indah dan penuh kasih sayang karena dilandasi sah sesuai dengan ketentuan Islam.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Cinta bukan serta merta mengajak pada hal yang haram. Cinta yang dilandasi karena Allah SWT dan diniatkan untuk menikah, maka cinta itu akan menjadi lengkap dan dipenuhi keberkahan maupun ridha dari Allah SWT.
Sehingga dalam pernikahan, sering bodoh saat jatuh cinta jika dilakukan dengan pasangan halalnya, maka konteksnya bisa saja menjadi sebuah ibadah.
Itulah tadi pembahasan mengenai penjelasan psikologi dan Al-Qur’an alasan seseorang sering bodoh saat jatuh cinta. Cinta merupakan sebuah fitrah, jangan sampai karena terlalu cinta kepada makhluk-Nya, kita lupa cara mengontrol perasaan cinta itu sendiri.
Cintailah pencipta-Nya sebelum makhluk-Nya supaya cinta itu menjadi lebih jauh indah dan berkah tanpa takut untuk dikecewakan.
Baca Juga: Tenang, Semua Sudah Allah Atur: Memaknai Surat At-Taghabun Ayat 11
Penulis: Suci Wulandari
