Beritaislam.com – Stoicism mindset merupakan cara berfikir filosofi stoik yang mulai berkembang pada zaman Yunani di abab ke-3 SM. Fokus dari filosofi ini adalah berfikir bagaimana cara mendapatkan hidup yang tenang dan bahagia lewat cara sederhana.
Pemikiran pola ini dikenal dengan pemikiran yang idealis, keberanian, pengendalian diri, dan keadilan. Stoicism mindset sangat berguna untuk yang sedang belajar mengenai cara mengurangi emosi negatif yang berlebihan, sering kesal, dan sulit mengendalikan emosi.
Apa itu Stoicism Mindset?
Stoicism mindset adalah kemampuan untuk tetap berfikir tenang, bijak, dan rasional dalam mengendalikan situasi mapun berbagai permasalahan. Pemikiran stoicism juga menganggap di dunia ini tidak ada hal positif dan negatif.
Di dunia ini sifatnya adalah netral yang dimana seseorang tidak harus mengejar kebahagian melainkan bagaimana cara mengendalikan kebahagiaan itu sendiri. Stoicism mindset juga mengajarkan cara memandang setiap kesulitan adalah sebuah pembelajaran.
Mindset ini sangat menerapkan bahwa hidup lebih baik menghindari konflik dan perdebatan yang tidak penting agar lebih tenang dan damai. Alih-alih fokus dengan masalah yang datang, mindset berfikir ini lebih fokus bagaimana cara menyikapi sebuah masalah.
Bagaimana Korelasi Stoicism dalam Islam?
Stoicism mindset sangat terbuka dalam berfikir. Bukan tertekan oleh masalah, pola berfikir ini justru melihat semua hal secara objektif dan penuh dengan realistis. Hal itu ternyata juga berkaitan dengan Islam. Inilah bentuk-bentuk korelasi yang diajarkan:
1. Mengajarkan Hidup Lebih Tenang
Prinsip stoicism mindset mengajarkan bahwa tidak setiap hal bisa dalam kendali kita. Beberapa hal terjadi di luar kendali dan kita diminta untuk bisa bijak dalam menyikapi hal tersebut.
Terkadang semua hal yang membuat kita emosi, membuat marah, terasa begitu berat, justru hal tersebut penuh dengan hikmah yang sebenarnya Allah SWT yakin bahwa kita mampu untuk melewati semuanya dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan ayat ini:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
2. Mengajarkan Tidak Perlu Validasi Orang Lain
Prinsip stoicism mindset juga mengajarkan bahwa hidup tidak perlu bergantung pada validasi orang lain. Hidup kita bukan untuk memenuhi ekspetasi dari orang lain. Kita menjalani hidup sesuai dengan prinsip yang kita anggap benar.
Pemikiran ini mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan baik tanpa perlu memikirkan apa kata orang lain yang hanya membuat kita semakin ke distraksi dengan hal-hal yang negatif. Hal tersebut sesuai dengan ayat ini:
اَلَيْسَ اللّٰهُ بِكَافٍ عَبْدَهٗۗ وَيُخَوِّفُوْنَكَ بِالَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍۚ
Artinya: “Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (sesembahan) selain Dia. Siapa yang Allah biarkan sesat tidak ada satu pun yang memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Az-Zumar: 36)
3. Mengajarkan Tidak Mudah Kecewa
Psinsip stoicism mindset mengajarkan bahwa kita harus bisa ikhlas dalam semua hal yang terjadi dalam hidup. Tak peduli hal itu baik atau buruk, berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak, hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah.
Pemikiran ini mengenal hidup harus terus berjalan meskipun tidak semua hal sesuai dengan yang kita mau. Karena Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya meskipun tidak sesuai yang direncanakan. Hal tersebut sesuai dengan ayat ini:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ
Artinya: “Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
4. Mengajarkan Hidup Berfikir Positif
Psinsip stoicism mindset mengajarkan bahwa setiap hal harus dipikirkan dengan cara yang positif bahkan sekalipun mendapatkan kritikan dari orang lain. Pemikiran ini akan membuat kita jauh lebih baik dalam merespon setiap kejadian yang terjadi dalam hidup.
Pemikiran ini membuat kita jauh lebih damai dalam menghadapi cobaan yang terjadi dalam hidup. Hal ini akan melatih kita agar lebih bersyukur dalam menghadapi ketidakpastian dalam hidup. Hal tersebut sesuai dengan ayat ini:
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَࣖ
Artinya: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia berikan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.” (QS. Al-Jumuah: 8)
Itulah dari pengertian mengenai stoicism mindset dan korelasi stoicism mindset dalam perspektif Islam. Dalam menerapkan prinsip tersebut, perlu pembelajaran secara konsisten agar bisa semakin terlatih.
Pemikiran ini akan mengajarkan kita untuk bisa mengontrol dengan bijak hal-hal yang terjadi di luar kendali. Oleh sebab itu, orang yang bisa menerapkan pola ini hidupnya akan menjadi lebih damai dan tenang dalam menghadapi apapun.
Baca Juga: 5 Cara Berpikir Positif Menurut Islam dan Jadikan Hidup Tenang
Penulis: Suci Wulandari
