Berita Islam – Dalam Islam, hati (qalb) memiliki peran sentral dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia.
Hati yang sehat akan melahirkan akhlak yang baik, ketenangan batin, serta ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, hati yang sakit dapat menjerumuskan seseorang pada kegelisahan dan penyimpangan.
Oleh karena itu, Islam memberikan petunjuk yang jelas mengenai tanda-tanda hati yang sehat.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa hati yang sehat adalah hati yang selamat dari penyakit seperti iri, dengki, dan kesombongan.
Dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89, Allah menegaskan bahwa harta dan keturunan tidak bermanfaat kecuali bagi orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bersih.
Ayat ini menunjukkan bahwa kebersihan hati menjadi tolok ukur utama keselamatan seorang hamba.
Salah satu tanda hati yang sehat adalah mudah menerima kebenaran dan nasihat. Hati yang hidup akan tersentuh oleh ayat-ayat Allah dan terdorong untuk memperbaiki diri.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh, itulah hati.
Selain itu, hati yang sehat ditandai dengan ketenangan dan keikhlasan dalam beribadah.
Orang yang hatinya sehat tidak mudah gelisah oleh urusan dunia, karena ia menyandarkan harapan dan ketergantungannya kepada Allah. Ia juga mampu bersyukur dalam nikmat dan bersabar dalam ujian.
Dengan menjaga hati melalui zikir, taubat, dan amal saleh, seorang Muslim dapat memelihara kesehatan qalb-nya.
Hati yang sehat bukan hanya tujuan spiritual, tetapi juga fondasi utama untuk menjalani kehidupan yang tenang dan bermakna sesuai tuntunan Islam.
Baca Juga : Tertawa Menyebabkan Hati Keras? Bahaya Medis Dari Banyak Tertawa
