Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Asal muasal sahur - Asal Mula diSyariatkannya Sahur Simak 2 Kisah Sahabat ini

Info IslamiSejarah

Asal Mula diSyariatkannya Sahur Simak 2 Kisah Sahabat ini

Ardi Maupa
Last updated: 2024/03/29 at 9:15 AM
Ardi Maupa
Share
diSyariatkannya Sahur
Ilustrasi sebagai bahan pelengkap dari Artikel yang ditulis
SHARE

Apa Sebap disyariatkannya Sahur Simak 3 Point berikut:

Semarang, BERITAISLAM.COM–Tak terasa para pembaca yang budiman akhirnya kita telah menginjak pada pertengahan bulan Ramadhan, semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan mendapatkan ganjaran terbaik disisi Allah Swt. termasuk salah-salah satunya yaitu makan sahur yang didalamnya banyak manfaat.

Contents
Apa Sebap disyariatkannya Sahur Simak 3 Point berikut:Manfaat yang diperoleh setelah disyariatkannya sahur1. Hadist tentang berkanhya Makan Sahur2. Asal-Usul diSyariatkannya Sahur 3.Tokoh dalam cerita ini?
Sahur 1

Sahur-Sehri, Sahari, Sehur, dan Suhoor yaitu istilah dalam islam yang lebih mengarah pada aktivitas makan pada dini hari. Kegiatan ini dilakukan bagi mereka yang akan menjelankan ibadah puasa Ramadhan besok harinya.

Manfaat yang diperoleh setelah disyariatkannya sahur

Dengan disyariatkannya sahur kita dapat memperoleh berkah dan akan terhindar dari hal-hal yang membuat kita malas sepanjang hari karena kekuranngan nutrisi, kalori dan lain-lain yang tentunya sangat dibutuhkan tubuh kita saat beraktivitas.

BACA JUGA: Apakah Marah Menyebabkan Puasa Batal? Ini Dia Penjelasannya!

1. Hadist tentang berkanhya Makan Sahur

Mari kita nukil Hadist yang sangat popular dan viral dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasukullah Saw bersabda:”Makan sahurlah karena ada berkah didalmnya”.

2. Asal-Usul diSyariatkannya Sahur

Dengan sebab hadist di atas sepatutunya selaku ummat islam agar lebih mengetahui asal-usul diSyariatkannya perintahkan makan sahur, termasuk terkenal(mashur) kisah sahabat yang Nabi yang mengalami pingsan.

Ternyata sahabat Nabi yang mengalami pingsan ini kerena ia sedang berpuasa, dan dalam riwayat disebutkan kota Madinah pada tahun pertama Ramadhan sedang panas-panasnya.

Sebenarnya sahabat lain telah mafhum(faham/mengerti) lantaran perintah yang sama pada agama tauhid sebelumnya akan tetapi tetap saja menahan lapar dan haus bagi bangsa Arab bukan menjadi challenge yang mudah untuk di taklukan.

3.Tokoh dalam cerita ini?

Tokoh dalam cerita ini adalah Qais ibn Shirman R.a. Dengan penuh semangat ia berpuasa dan tak mengurangi kebiasaanya bekerja seharian di ladang.

Tibalah waktu magrib, setibanya Qais di rumah ia bertanya kepada istrinya ya albi(wahai jantung hatiku) serunya dengan menggoda, menu apa yang akan ku santap saat hendak berbuka puasa.

Kata istrinya”maafkan aku, suamiku tak ada satu  makananpun yang dapat dihidangkan hari ini, tunggulah aku akan mencarikannya unutkmu, dengan lugas isttri Qais menjawab. Dengan tidak adanya makanan yang tersedia di kalangan pada sahabat bukan suatu  hal yang aneh pada puasa sebelumnya, juga tidak dikenal adanya istilah sunnahnya makan sahur dan berbuka.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya Qais pun tertidur, Kasihan sekali suamiku ini ucap istrinya yang kembali pulang tanpa membawa apa-apa dan segan untuk membangunkan suaminya

Di pagi harinya Qois pun terbangun dan langsung melaksanakan sholat subuh kemudian dilanjutkan dengan bekerja di ladang, Hingga siang hari terik panas matahari dan terdengarlah kabar bahwa setelah pingsan di tengah Ladang saat ia bekerja.

Nah kemudian apa yang terjadi dan menimpa Qais ini pun terdengar hingga ke Rasulullah sallah hu alaihi wasallam hingga Rasulullah pun merenung dan akhirnya Allah Subhanahuwata’ala menurunkan ayat berikut yaitu Qur’an surah Al-Baqarah ayat 187.

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa”.

Setelah menyampaikan ayat tersebut kepada para sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Kembali bersabda Kepada para sahabatnya: “Perbedaan antara puasanya kita dan para ahli kitab yaitu (Yahudi dan Nasrani)adalah terdapat pada makan sahur“. (Hadis riwayat Muslim No 1096 dari Amr bin ash.)

Akhirnya dengan mendapatkan kabar demikian Rasulullah dan para sahabat Lega dan Riang gembira mereka pun yakin dalam benaknya masing-masing bahwa islam adalah agama yang benar dan selamat.

BACA JUGA: 5 Jenis Puasa Sunah dan Keutamaannya yang Bisa Kamu Amalkan! Berikut Ulasannya!

Tidak hanya itu ternyata kini hal yang sama dialami oleh amiril mukminin dalam riwat lain dikisahkan,

Umar bin khattab menggauli istrinya di malam hari hingga tertidur. Inilah yang menjadi sebap turun ayat 187 surah Al-baqarah di atas.

Dengan latar belakang 2 kisah di atas maka dihapuskanlah ketentuan berpuasa yang dimulai sejak tidur dan diganti sejak terbitnya fajar dan terbenamnya matahari.

Jadi gimana nih pembaca yang budiman dengan di wajibkanya sahur bukan berarti membuat kita lebih terbebani untuk harus bangun lebih awal dini hari namun, bisa dilihat pada kisah di atas selain mendapatkan keberkahan kita dapat dengan maksimal dan lancar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Wallah hua’alam bisshawwab.

TAGGED: Asal muasal sahur, Kisah Sahabat, Qais Ibn Shirman, sahur, Ummar Bin Kahttab
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article apakah marah menyebabkan puasa batal Apakah Marah Menyebabkan Puasa Batal? Ini Dia Penjelasannya!
Next Article Ibnu Sina Abu Ali Al Hussain Ibnu Abdullah Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!
Info IslamiKeutamaan

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

5 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?