Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - hajjaj bin yusuf - Hajjaj bin Yusuf, Kisah Al-Qur’an Melunakkan Hati yang Kejam!

Tokoh

Hajjaj bin Yusuf, Kisah Al-Qur’an Melunakkan Hati yang Kejam!

Anggita Armandika
Last updated: 2025/02/11 at 11:51 AM
Anggita Armandika
Share
✨Info Artikel Baru✨ Biar harimu makin seru, saatnya baca artikel baru! Yuk, baca artikel baru dari Yayasan Alfatihah dan hadapi hari kemudian dengan pengetahuan tambahan! Baca sekarang: https://suaraonline.com/5-macam-olahan-pisang/ Jangan lupa komen dan share yaa
SHARE

BERITAISLAM.COM – Al-Qur’an memiliki banyak manfaat dalam seluruh aspek kehidupan. Selain menciptakan ketenangan, Al-Qur’an juga melunakkan hati yang kejam. 

Contents
Kisah Hajjaj bin YusufKekuasaan Hajjaj bin YusufAkhir Kisah Al-Qur’an Melunakkan Hati yang Kejam

Sebagaimana Hajjaj bin Yusuf, pemimpin yang terkenal dengan kekejamannya dalam melakukan pembunuhan. Di balik sifat hinanya, tersimpan hikmah kebaikan yang perjuangannya hingga kini dirasakan.

Kisah Hajjaj bin Yusuf

Kisah ini diambil dari zaman pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan. Hajjaj bin Yusuf merupakan gubernur Irak yang dahulu juga menjabat sebagai gubernur Madinah. Hajjaj dikenal sebagai pemimpin zalim yang mudah menumpahkan darah.

Hajjaj bin Yusuf merupakan putra dari Yusuf bin Hakam. Seseorang yang taat dan berilmu serta menghabiskan banyak waktunya untuk mengajarkan Al-Qur’an. Hajjaj bin Yusuf juga seorang penghafal Al-Qur’an. 

Sebagian riwayat menyebutkan ia menghatamkan Al-Qur’an tiga hari sekali, mengimami sholat, hingga berkhutbah. Hajjaj bin Yusuf dikenal sebagai seorang yang cerdik dan sangat mencintai Al-Qur’an.

Selain itu ia memiliki sifat yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dalam berkomunikasi, namun juga menghormati Al-Qur’an. Dengan rekam jejak yang kejam, siapa sangka bahwa Hajjaj bin Yusuf sangat tersentuh dengan lantunan ayat Qur’an.

Suatu hari Hajjaj bin Yusuf pernah berkhutbah, ia berkata “Wahai anak Adam, sekarang kamu dapat makan, tapi besok kamu akan dimakan.” Kemudian ia membacakan ayat Al-Qur’an Ali Imran ayat 185, ‘Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.’

Seketika air mata itu membasahi surbannya. Dari sini kita tahu bahwa Al-Qur’an melunakkan hati yang keras. Ibarat gunung yang kokoh hancur karena takut dan tunduk kepada Allah.

Pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan, wilayah kekuasaan islam menjadi sangat luas bahkan hingga ke benua Eropa. Kekhawatiran bagi muslim yang tidak berbahasa Arab menjadikan Hajjaj bin Yusuf memberikan tanda baca pada Al-Qur’an. 

Pembagian mushaf menjadi 30 juz, serta pemberian tanda baca dalam Al-Qur’an ini merupakan hasil ijtihad Hajjaj bin Yusuf. Tujuan utamanya tak lain agar adanya keseragaman bacaan Al-Qur’an baik untuk keturunan Arab maupun bukan Arab.

Kekuasaan Hajjaj bin Yusuf

Hajjaj bin Yusuf merupakan gubernur di Baghdad dan Kufah di bawah pemerintahan khalifah bani Umayyah, Abdul Malik bin Marwan bin Hakam. Kekuasaannya meliputi Irak dan seluruh Masyriq serta negeri di seberangnya. 

Hajjaj dikenal sebagai penguasa yang memegang kendali dengan penuh kesombongan. Sejarah mencatat bahwa ia telah membunuh Abdullah bin Zubair demi mendudukkan Irak di bawah kekuasaan Bani Umayyah.

Selama lebih dari 20 tahun beliau melakukan berbagai macam pembunuhan dan pembantaian. Di bawah kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan, Hajjaj menyerang dan melakukan pengepungan di kota Makkah selama 6 bulan.

Tanpa memperdulikan kesucian kota Makkah, ribuan nyawa melayang serta darah tumpah dimana-mana dalam penyerangan ini. Sebagian dari bagunan ka’bah hingga roboh. 

Hajjaj bin Yusuf meninggal pada bulan Ramadhan tahun 95 hijriyah. Kisah akhir hidupnya begitu tragis. Beliau mengalami sakit yang berpindah-pindah di sekujur tubuhnya. 

Rasa sakitnya begitu parah, hingga seorang dokter memasukkan sepotong daging yang diikat dan dimasukkan dalam kerongkongannya. Ketika dikeluarkan, daging-daging itu dipenuhi dengan cacing. 

Penyakit aneh ini terus dialaminya, hingga Hajjaj bin Yusuf meminta Imam Hasan al-Bashri mendoakan agar dipercepat pencabutan nyawanya dan memperpanjang siksa kematiannya. Setelah berhasil dicabut nyawanya, seluruh orang termasuk kalangan ulama turut berbahagia.

Akhir Kisah Al-Qur’an Melunakkan Hati yang Kejam

Di balik kezaliman Hajjaj bin Yusuf, hatinya masih tergerak untuk memuliakan Al-Qur’an. Bahkan hatinya menangis setiap melantunkan ayat Al-Qur’an. 

Allah menjadikan Al-Qur’an mudah dipahami sehingga mudah dijangkau dan dipelajari setiap orang yang ingin merenungi kandungan maknanya. Tak sekadar pengetahuan, hendaknya direalisasikan dalam kehidupan dunia.

Meski Hajjaj merupakan pemimpin yang kejam dan zalim, namun keyakinannya terhadap Al-Qur’an lebih baik dari orang bersahaja yang menentang ayat Al-Qur’an ketika bertentangan dengan akal mereka.

Orang yang terlihat buruk pun belum sepenuh kehidupannya hina. Pasti ada kebaikan dibalik semua tindak tercela yang dilakukannya selama hidup. Sebagaimana Hajjaj bin Yusuf yang berdoa di akhir hayatnya agar diampuni oleh Allah meski orang lain mengira ia tidak akan pernah diampuni.

Kisah teladan ini mengajarkan banyak hal bahwa begitu mulia kedudukan Al-Qur’an hingga bisa melunakkan hati yang keras dan kejam. Semoga kisah ini menjadi motivasi untuk selalu memuliakan Al-Qur’an dan mempelajarinya.

Baca juga : Kisah Bacaan Al-Qur’an Usaid bin Hudhair yang Disaksikan Malaikat

TAGGED: hajjaj bin yusuf
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Jangan Galau! Ini Hikmah Mengimani Qada dan Qadar dalam Hidup Jangan Galau! Ini Hikmah Mengimani Qada dan Qadar dalam Hidup
Next Article Overthinking Ala Tsabit bin Qais Overthinking Ala Tsabit bin Qais yang Patut Ditiru!

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman
ArtikelTokoh

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman

4 Min Read
Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!
HikmahTokoh

Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!

4 Min Read
4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan
HikmahTokoh

4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan

4 Min Read
3 Ujian Nabi Ayyub: Tokoh Teladan yang Kisahnya Terdapat Banyak Hikmah
KhazanahTokoh

3 Ujian Nabi Ayyub: Tokoh Teladan yang Kisahnya Terdapat Banyak Hikmah

5 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?