Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - kisah hidup sa'ad bin abi waqqash - Kisah Hidup Sa’ad Bin Abi Waqqash: “Singa yang Menyembunyikan Kukunya”

Tokoh

Kisah Hidup Sa’ad Bin Abi Waqqash: “Singa yang Menyembunyikan Kukunya”

Zulfa Naurah Nadzifah
Last updated: 2024/02/02 at 2:42 AM
Zulfa Naurah Nadzifah
Share
kisah hidup sa’ad bin abi waqqash
SHARE

BERITAISLAM.COM – Banyak kisah teladan yang berasal dari kisah hidup sahabat Nabi, salah satunya adalah kisah hidup Sa’ad bin Abi Waqqash. Banyak dari kisah-kisah mereka datang dari hikmah perjalanan hidup yang luar biasa. Kisah sang Singa yang Menyembunyikan Kukunya atau sebutan dari Sa’ad Bin Abi Waqqash juga menjadi salah satu kisah yang luar biasa menginspirasi. Apa saja hikmah dari kisah hidup Sa’ad bin Abi Waqqash? Ini dia kisahnya!

Contents
Profil Sa’ad Bin Abi WaqqashKarakter Sa’ad yang layak dijadikan teladanKeteguhan ImanPemberani karena Allah

Profil Sa’ad Bin Abi Waqqash

Salah satu sahabat Nabi yang memiliki banyak keahlian dalam memanah adalah Sa’ad Bin Abi Waqqash. Dikenal sebagai “Singa yang Menyembunyikan Kukunya”, Sa’ad adalah tokoh penting dalam sejarah Islam. Dia adalah bagian dari Bani Zuhrah dan memiliki hubungan keluarga dengan Nabi Muhammad dari pihak ibu. Kisah hidup Sa’ad bin Abi Waqqash dimulai saat ia masuk Islam diumur 17 tahun. Sebagai seorang pemuda di usia 17 tahun, tentu ia sama seperti pemuda lainnya yang memiliki nafsu yang menguasai tubuhnya. Namun, hidayah Allah membimbingnya menuju kondisi yang membuat banyak orang kagum, karena dia adalah salah satu sahabat Nabi yang pertama memeluk Islam setelah keyakinannya diperkuat oleh Abu Bakar Ash Shiddiq.

Ada banyak keistimewaan pada pribadi Sa’ad Bin Abi Waqqash yang layak dijadikan panutan. Dua sifat baik yang patut dijadikan teladan bagi generasi muda saat ini dari pribadi Sa’ad Bin Abi Waqqash yang pertama adalah keterampilan memanahnya dia gunakan untuk membela agama Islam dan yang kedua adalah Sa’ad satu-satunya individu yang mendapatkan jaminan dari Rasulullah atas nama kedua orang tuanya lewat ucapan Rasulullah saat perang Uhud “Panahlah hai Sa’ad. Ibu dan Bapakku menjadi jaminan bagimu…”

Karakter Sa’ad yang layak dijadikan teladan

Keteguhan Iman

Keteguhan iman yang terlihat dari kisah hidup Sa’ad Bin Abi Waqqash dimulai saat ia memeluk Islam. Saat itu ibunya berusaha keras mencegahnya dengan mogok makan dan minum dengan harapan agar anaknya kembali pada agama berhala. Sikap tersebut berlangsung cukup lama hingga ibunya hampir meninggal karena mogok makan dan minum itu.

Meski ibunya berbuat demikian, Sa’ad dan keimanan dan kasih sayangnya terhadap Allah dan Rasulullah lebih kuat daripada segalanya. Sa’ad pun menjelaskan pada ibunya dnegan berkata sambil mernagkul ibunya “Wahai Ibu, demi Allah, meskipun engkau memiliki tujuh puluh nyawa yang melayang satu demi satu, aku takkan pernah meninggalkan agamaku.” Ibunya pun merasa dan memahami bahwa anaknya telah berubah sangat drastis dan melepaskan anaknya utnuk memeluk Islam dengan penuh perasaan sedih. Allah kemudian mengabadikan kisah Sa’ad dalam Alquran melalui ayat yang mengatakan bahwa ”Dan jika keduanya memaksamu untuk memperseutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”

Pemberani karena Allah

Kisah hidup Sa’ad bin Abi Waqqash juga identik dengan sikap beraninya untuk menegakkan kebenaran. Keberanian Sa’ad terlihat jelas dalam perannya selama perang Qadisiyyah dan pembebasan Madain di Persia. Pada masa khalifah Umar bin Khatab, berita tentang serangan licik angkatan persia terhadap kaum Muslimin datang terus menerus. Ditambah dengan kekalahan dalam Perang Jembatan, di mana ribuan Muslim syahid setiap harinya dan pengkhianatan penduduk Iraq terhadap perjanjian perlindungan. Menghadapi situasi tersebut, khalifah Umar bin Khatab merencanakan untuk memimpin serangan melawan Persia sendiri. Meskipun begitu, nasehat dari para sahabat Nabi lainnya membuatnya mempertimbangkan ulang. 

Abdurrahman bin Auf mengusulkan agar Sa’ad bin Abi Waqqash yang memimpin. Ia berkata pada Umar “Sebaiknya kamu mengutus orang yang memiliki cakar-cakar seperti singa. Dia adalah Sa’ad Bin Abi Waqqash.” Usulan tersebut diterima oleh semua sahabat Nabi, karena keunggulan sifat Sa’ad yang akan mendukung perannya nanti.

Banyak keunggulan Sa’ad yang menjadi pertimbangan. Pertama, doa-doanya sering dikabulkan, terutama karena doa Nabi yang berbunyi “Ya Allah, tepatkanlah bidikan panahnya dan kabulkanlah doanya…” Kedua, Sa’ad adalah pemanah ulung yang jarang meleset, serta memiliki pengalaman sebagai pemimpin pasukan berkuda sejak perang Badar. Ketiga, integritasnya dalam makanan dan perkataan, serta hatinya yang suci dari hasad (dengki) menjadikannya pribadi yang layak dipercaya. Keempat, keteguhan dan ketebalannya dalam iman sejak usia muda telah terbukti. Kisah hidup Sa’ad bin Abi Waqqash memang dipenuhi dengan keteladanan yang terus diteladani, bahkan saat raganya sudah tak ada.

Itulah kisah hidup Sa’ad Bin Abi Waqqash yang memiliki julukan “Singa yang Menyembunyikan Kuku-Kukunya”. Dialah seorang sahabat mulia yang akhirnya mengakhiri hidupnya dengan mengenakan kain yang sama seperti dalam perang Badar. Selain julukan sebagai Sang Pemanah, kisah hidup Sa’ad Bin Abi Waqqash juga dihiasi dengan akhlaknya yang mulia dan keberkahan Allah yang ditampakkan Allah semasa hidupnya.

Baca Juga: 5 Keutamaan Abu Bakar As-Siddiq, Salah Satunya Bisa Masuk Surga dari Pintu Manapun

TAGGED: kisah hidup sa'ad bin abi waqqash, kisah hidup sahabat nabi, saad bin abi waqqash, sang pemanah, singa yang menyembunyikan kukunya
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Menuntut Ilmu Pelajar Wajib Tahu! Ini 5 Keutamaan Orang yang Menuntut Ilmu yang Wajib Kalian Ketahui
Next Article Begini Hukum Muslimah Menggunakan Celana, Apa Boleh? Begini Hukum Muslimah Menggunakan Celana, Apa Boleh?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman
ArtikelTokoh

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman

4 Min Read
Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!
HikmahTokoh

Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!

4 Min Read
4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan
HikmahTokoh

4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan

4 Min Read
3 Ujian Nabi Ayyub: Tokoh Teladan yang Kisahnya Terdapat Banyak Hikmah
KhazanahTokoh

3 Ujian Nabi Ayyub: Tokoh Teladan yang Kisahnya Terdapat Banyak Hikmah

5 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?