Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - kisah masyitah - Kisah Masyitah, Wanita Teguh Pada Zaman Fir’aun dan Nabi Musa

SejarahTokoh

Kisah Masyitah, Wanita Teguh Pada Zaman Fir’aun dan Nabi Musa

Ihsanul Fikri
Last updated: 2024/10/10 at 9:06 AM
Ihsanul Fikri
Share
Kisah Masyitah, Wanita Teguh Pada Zaman Fir’aun dan Nabi Musa
Kisah Masyitah, Wanita Teguh Pada Zaman Fir’aun dan Nabi Musa
SHARE

Beritaislam.com – Apa yang kalian pertama pikirkan setelah mendengar kisah Masyitah? Tukang sisir putri Fir’aun atau pelayan putri Fir’aun, benar. Di Mesir ribuan tahun silam menjadi saksi bersejarah tentang kehidupan seorang wanita bernama Masyitah yang hatinya dipenuhi keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. 

Contents
Terungkapnya Keimanan Masyitah dan KeluargaKeteguhan Iman yang Luar Biasa dari Kisah Masyitah dan Keluarganya

Saat ini Mesir sedang dikuasai Fir’aun yang kejam. Ia memaksa seluruh warganya untuk menyembahnya. Allah Swt telah mengutus Nabi Musa untuk menyelamatkan Bani Israil dari kekejaman Fir’aun. Tapi, Fir’aun sangat bengis sampai-sampai mereka yang beriman begitu takut untuk memperlihatkan keimanannya kepada Allah Swt. Salah satu orang yang menyembunyikan keimanannya tersebut ialah seorang perempuan bernama Masyitah beserta keluarganya.

Masyitah adalah salah satu pelayan di istana. Dia bekerja sebagai tukang sisir putri Fir’aun. Sejak bertahun-tahun lamanya, keluarga Masyitah setia mengabdi di istana. Ketika agama Ibrahim masuk ke wilayah Mesir dan disampaikan oleh Nabi Musa a.s, mereka mengikutinya. Tapi, tidak ada yang tahu tentang keimanannya Masyitah, termasuk sang raja.

Terungkapnya Keimanan Masyitah dan Keluarga

Sampai suatu hari, tibalah saat Allah Swt menguji keimanan Masyitah beserta keluarganya. Waktu itu Masyitah tengah menyisir rambut putrinya Fir’aun. Tiba-tiba sisir ditangannya terjatuh, tanpa sadar dia mengucapkan asma Allah secara spontan “Allah!”. Mendengarnya, putri Fir’aun kaget. Dia pun segera menanyai Masyitah, “siapakah Allah itu?”. Kalau Allah itu Tuhanmu, maka berarti kamu siap dihukum mati karena telah menentang Fir’aun, bapaknya.

Masyitah tak juga segera menjawab pertanyaan sang putri. Keringat dingin terus menetes, tubuhnya gemetar. “Siapakah Allah itu? Mengapa kamu tak menjawab! Apakah kamu punya tuhan selain bapakku?” seru sang putri. Masyitah terus diam, tapi sang putri terus memaksa Masyitah menjawab. Sampai keberanian pun datang dari diri Masyitah. Ia tahu betul, bahwa inilah saat keimanannya hendak diuji Allah Swt.

Masyitah menjawab “Allah adalah tuhanku, tuhan bapakmu, dan tuhan semesta alam,” Mendengar itu sang putri segera bergegas pergi dari tempat duduknya pergi menuju kediaman sang ayah. Dia segera melaporkan apa yang baru saja didengar dari mulut Masyitah. Sedangkan Masyitah pergi menuju keluarganya memberitahu untuk bersiap mendapatkan hukuman dari Fir’aun.

Fir’aun marah ketika putrinya menceritakan apa yang ia dengar. Fir’aun segera memanggil Masyitah ke istana. Tanpa lama Masyitah pun bergegas ke istana memenuhi panggilan sang raja. Fir’aun bertanya “apa kamu menyembah selain aku?” dengan nada tinggi, seluruh istana dibuat takut dengan marahnya, tapi tanpa takut Masyitah menjawab dengan santai, “ya, aku menyembah Allah. Allah tuhanku, tuhanmu, dan juga Tuhan seluruh alam,” tutur Masyitah. Fir’aun kemudian segera mengumpulkan beberapa prajurit untuk menangkap Masyitah serta keluarganya. Dia pun memerintahkan prajurit yang lain untuk membuat sebuah lobang besar untuk diisi air panas seperti dari kawah bara dari gunung api.

Fir’aun bermaksud merebus Masyitah serta keluarganya sampai mati. Tibalah hari eksekusi, warga dikumpulkan untuk menyaksikan hukuman sadis. Masyitah bersama suami dan empat anaknya termasuk satu bayi yang digendongnya telah berada disana, siap menghadapi hukuman dari Fir’aun.

Mereka melihat lubang besar berisi air mendidih yang siap kapan saja melepuhkan badan mereka. Tapi, hati mereka tak takut dengan hukuman dari seorang manusia. Mereka memilih beriman kepada Allah Swt daripada ke manusia. Sebelum Masyitah serta keluarganya dilemparkan ke air mendidih, mereka ditanya oleh Fir’aun apakah mereka masih akan terus mengimani Allah dan enggan menuhankan Fir;aun. Tapi, jawaban mereka selalu sama setiap kali ditanya, 

Keteguhan Iman yang Luar Biasa dari Kisah Masyitah dan Keluarganya

“Allah merupakan Tuhanku, Tuhan Fir’aun, dan Tuhan semesta alam. Kami akan terus beriman kepada Allah Swt sekalipun harus lompat ke kawah mendidih”. Maka, bulatlah keputusan Fir’aun untuk melempar mereka ke dalam kawah mendidih. Suami Masyitah yang pertama kali dilempar. Badannya langsung terlalap air yang mendidih, tinggal sebuah daging menghitam tak bernyawa. Melihat hal itu Fir’aun tertawa dan terus menghina orang-orang yang beriman kepada Allah Swt.

Masyitah tetap tegar mengimani Allah Swt. Setelah sang suami, sekarang anak-anaknya satu persatu dilemparkan kedalam kawah yang mendidih. Semuanya dilaksanakan di hadapan Masyitah, sampai tinggalah Masyitah dan bayinya, dia menggendong bayinya kuat-kuat. Hatinya masih tegar diatas agama Allah Swt. 

Maka, diseretlah dia dengan bayinya mendekati kawah yang sangat panas itu, ketika akan dilempar kedalam kawah, tiba-tiba syetan membisikkan keraguan dalam hatinya. Keraguan dengan merasa sedih dan kasihan pada bayinya yang belum sempat berkembang dewasa melihat dunia, bayi yang baru lahir tanpa dosa dan tidak tahu apapun. Masyitah pun berhenti melangkah menuju kawah, ia terus saja melihat bayinya dengan perasaa yang sedih.

Melihatnya Fir’aun sempat berpikir Masyitah akan mengambil kata-katanya dan akan kembali menuhankan dia. Ia pun senang sebab merasa ancamannya kepada Masyitah Berhasil. Tapi, pikiran Fir’aun salah, Masyitah tak pernah sedikitpun melepaskan keimanannya kepada Allah Swt. Kemudian dengan kehendak Allah Swt sang bayi tiba-tiba bisa berbicara dan berkata kepada ibunya, “ Wahai ibu, jangan takut, sesungguhnya surga sedang menanti kita”, kata sang bayi yang digendongnya. 

Mendengar itu, keraguan tadi yang dibisikkan menghilang. Ia pun mencium anaknya. Kemudian, masuklah keduanya kedalam air yang panas. Masyitah serta keluarganya mengakhiri hidup mereka dengan berpegang teguh kepada agama yang dianutnya. 

Kisah Masyitah disebut dalam sebagian hadist Rasulullah Saw tentang isra mi’raj yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan Thabrani. Hadist itu datang dari Hammad bin Salamah dari Atha’ bin Saib. Dalama perjalanan Isra Mi’raj ke Masjidil Aqsa, Rasulullah melewati sebuah wilayah semerbak seperti harum kasturi.

Rasulullah pun bertanya kepada Jibril,”wahai Jibril, aroma semerbak apakah ini?” Jibril pun menjawab,”Ini merupakan  harum Masyitah, pelayan putri Fir’aun, “Rasulullah pun kembali bertanya, “apa gerangan kelebihan Masyitah?” maka Jibril pun mengabarkan  kisah Masyitah kepada Rasulullah Saw kurang lebihnya telah dikisahkan diatas.

Demikian kisah Masyitah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Baca juga: Kisah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani: Sang Sulthonul Auliya

Baca juga: KISAH JALALUDDIN RUMI SANG SUFI LEGENDARIS

TAGGED: kisah masyitah, kisah inspiratif, wanita teguh
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Kisah Julaibib Pengorbanan yang Mulia Kisah Julaibib: Pengorbanan yang Mulia
Next Article Restoran Avenida, Surga Kuliner Spanyol Autentik Restoran Avenida, Surga Kuliner Spanyol Autentik

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman
ArtikelTokoh

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman

4 Min Read
Mukena Bukan Syarat Sah Salat: Cek Sejarah Mukena Hadir Di Indonesia
Info IslamiSejarah

Mukena Bukan Syarat Sah Salat: Cek Sejarah Mukena Hadir Di Indonesia

3 Min Read
Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!
HikmahTokoh

Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!

4 Min Read
4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan
HikmahTokoh

4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?